1. Pengertian Mangment
Manajment merupakan suatu proses yang melibatkan kegiatan perencanaan, Pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang di lakukan untuk mencapai sasaran perusahaan, dan pengendalian yang di lakukan untuk mencapai sasaran perusahaan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
1.2 Sejarah Managment
1. Era manajemen ilmiah
3. Era modern
1.3 Fungsi dan Proses manajemen
Aspek yang dikelola oleh manajemen mencakup produksi, pemasaran, SDM dan keuangan , dan sumbr daya lainnya. Fungsi-fungsi dasar manajemen dapat diringkas menjadi empat fungsi dasar manajemen, yaitu :
Fungsi-fungsi manajemen diatas bertujuan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam organisasi.
Proses manajemen adalah serangkaian kegiatan dan keputusan seorang manajer sewaktu merancang, mengatur, mengorganisasi, memimpin, atau melaksanakan kegiatan usaha dan mengendalikan usahanya.
1.4 Ciri-Ciri Manajer Profesional
Definisi sederhana tentang profesional dapat diberlakukan pada profesi manajer. Pertama, seorang manajer profesional adalah seorang yang hidup dari profesinya sebagai manajer, bukan manajer amatiran atau bekerja sambilan. Kedua, seorang manajer profesional tentunya diharapkan betul-betul melaksanakan tugasnya layaknya seorang profesional dalam bidang lainnya dan mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang tinggi untuk mencapai keberhasilannya.
e. Ketrampilan Manajemen yang Dibutuhkan
Ketrampilan atau kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi seorang manajer profesional ada 3, yaitu :
2.1 Definisi Organisasi
Organisasi merupakan sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis yang berada dalam sebuah sistem. Definisi lain menyebutkan, organisasi adalah wadah untuk sekelompok individu berinteraksi dengan wewenang tertentu.
2.2 Pentingnya Mengenal Organisasi
d. Prinsip-Prinsip Organisasi
Prinsip dari organisasi menawarkan petunjuk untuk menciptakan efisiensi dan efektivitas struktur organisasi. Dengan kata lain, prinsip-prinsip ini adalah kriteria dari proses organisasi yang efisien. Pakar manajemen menyebutkan, statement khusus terkait dengan prinsip organisasi dalam manajemen. Beberapa prinsip organisasi itu antara lain :
Ketrampilan yang harus dimiliki pada setiap manajer berbeda-beda. Pada tingkatan manajer paling atas (Top Manager) membutuhkan kemampuan konseptual daripada yang lainnya. Manajemen paling bawah lebih memerlukan ketrampilan teknikal, seperti akuntansi, komputer, dan lain-lain. Ketrampilan ketiga, yaitu ketrampilan berkomunikasi dimana ketrampilan ini dibutuhkan dalam semua tingkatan manajemen.
2.5 Sebab Keberhasilan dan Kegagalan Organisasi
Sebab keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi sangat berhubungan dengan para anggotanya. Sebab keberhasilan organisasi karena adanya kerja sama yang baik antara anggota dalam suatu organisasi, sehingga tercipta keberhasilan di dalam organisasi tersebut. Sebab kegagalan organisasi adalah adanya faktor intern dalam organisasi tersebut.
Sumber :
http://uiita.wordpress.com/2013/01/08/manajemen-dan-organisasi/
Pengantar bisnis (M.Fuad, Christine H, Nurlela, Sugiarto, Paulus, Y.E.F)
Manajment merupakan suatu proses yang melibatkan kegiatan perencanaan, Pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang di lakukan untuk mencapai sasaran perusahaan, dan pengendalian yang di lakukan untuk mencapai sasaran perusahaan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
1.2 Sejarah Managment
Sebelum
abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen.
Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan
sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu,
ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari
pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam
tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri
pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh
orang masing-masing melakukan pekerjaan khusus perusahaan peniti dapat
menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika
setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan,
sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari.
Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan
produktivitas dengan:
(1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja,
(2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan
(3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
(1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja,
(2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan
(3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
Peristiwa
penting kedua yang memengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah
Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya
penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada
pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang
disebut "pabrik."
Perpindahan
ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang
dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya
persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan
kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai
dikembangkan oleh para ahli.
1. Era manajemen ilmiah
Era ini
ditandai dengan berkembangan perkembangan ilmu manajemen dari kalangan
insinyur seperti Henry Towne, Frederick Winslow Taylor, Frederick A.
Halsey, dan Harrington Emerson. Manajemen ilmiah dipopulerkan oleh
Frederick Winslow Taylor dalam bukunya, Principles of Scientific
Management, pada tahun 1911. Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah
sebagai "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan." Beberapa penulis seperti Stephen Robbins
menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori
manajemen moderen.
Perkembangan
manajemen ilmiah juga didorong oleh munculnya pemikiran baru dari Henry
Gantt dan keluarga Gilberth. Henry Gantt. yang pernah bekerja bersama
Taylor di Midvale Steel Compan, menggagas ide bahwa seharusnya seorang
mandor mampu memberi pendidikan kepada karyawannya untuk bersifat rajin
(industrious ) dan kooperatif. Ia juga mendesain sebuah grafik untuk
membantu manajemen yang disebut sebagai Gantt chart yang digunakan untuk
merancang dan mengontrol pekerjaan. Sementara itu, pasangan suami-istri
Frank dan Lillian Gilbreth berhasil menciptakan micromotion, sebuah
alat yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan
lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut.
Alat ini digunakan untuk menciptakan sistem produksi yang lebih efesien.
Era ini juga
ditandai dengan hadirnya teori administratif, yaitu teori mengenai apa
yang seharusnya dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk
praktik manajemen yang baik. Pada awal abad ke-20, seorang industriawan
Perancis bernama Henri Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama
manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan
mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai
kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan
terus berlangsung hingga sekarang. Selain itu, Henry Fayol juga
mengagas 14 prinsip manajemen yang merupakan dasar-dasar dan nilai yang
menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen.
Sumbangan
penting lainnya datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Weber
menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagaibirokrasi
bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang
didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci, dan
sejumlah hubungan yang impersonal. Namun, Weber menyadari bahwa bentuk
"birokrasi yang ideal" itu tidak ada dalam realita. Dia menggambarkan
tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya sebagai landasan
untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam
kelompok besar. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi
banyak organisasi besar sekarang ini.
Perkembangan
selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett
melahirkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori
statistika dengan teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal
dengan "manajemen sains", mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan
masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi. Pada
tahun 1946, Peter F. Drucker sering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemen
menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan:
"Konsep Korporasi" (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas
ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan
penelitian tentang organisasi.
2. Era manusia sosial
Era manusia
sosial ditandai dengan lahirnya mahzab perilaku (behavioral school)
dalam pemikiran manajemen di akhir era manajemen sains. Mahzab perilaku
tidak mendapatkan pengakuan luas sampai tahun 1930-an. Katalis utama
dari kelahiran mahzab perilaku adalah serangkaian studi penelitian yang
dikenal sebagai eksperimen Hawthrone.
Eksperimen
Hawthrone dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an di Pabrik
Hawthrone milik Western Electric Company Works di Cicero, Illenois..
Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat
penerangan lampu terhadap produktivitas kerja. Hasil kajian
mengindikasikan bahwa ternyata insentif seperti jabatan, lama jam kerja,
periode istirahat, maupun upah lebih sedikit pengaruhnya terhadap
output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok, penerimaan
kelompok, serta rasa aman yang menyertainya. Peneliti menyimpulkan bahwa
norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama
perilaku kerja individu.
Kontribusi
lainnya datang dari Mary Parker Follet. Follett (1868–1933) yang
mendapatkan pendidikan di bidang filosofi dan ilmu politik menjadi
terkenal setelah menerbitkan buku berjudul Creative Experience pada
tahun 1924.Follet mengajukan suatu filosifi bisnis yang mengutamakan
integrasi sebagai cara untuk mengurangi konflik tanpa kompromi atau
dominasi. Follet juga percaya bahwa tugas seorang pemimpin adalah untuk
menentukan tujuan organisasi dan mengintegrasikannya dengan tujuan
individu dan tujuan kelompok. Dengan kata lain, ia berpikir bahwa
organisasi harus didasarkan pada etika kelompok daripada individualisme.
Dengan demikian, manajer dan karyawan seharusnya memandang diri mereka
sebagai mitra, bukan lawan.
Pada tahun
1938, Chester Barnard (1886–1961) menulis buku berjudul The Functions of
the Executive yang menggambarkan sebuah teori organisasi dalam rangka
untuk merangsang orang lain memeriksa sifat sistem koperasi. Melihat
perbedaan antara motif pribadi dan organisasi, Barnard menjelaskan
dikotonomi "efektif-efisien". Menurut Barnard, efektivitas berkaitan
dengan pencapaian tujuan, dan efisiensi adalah sejauh mana motif-motif
individu dapat terpuaskan. Dia memandang organisasi formal sebagai
sistem terpadu yang menjadikan kerjasama, tujuan bersama, dan komunikasi
sebagai elemen universal, sementara itu pada organisasi informal,
komunikasi, kekompakan, dan pemeliharaan perasaan harga diri lebih
diutamakan. Barnard juga mengembangkan teori "penerimaan otoritas" yang
didasarkan pada gagasan bahwa atasan hanya memiliki kewenangan jika
bawahan menerima otoritasnya.
3. Era modern
Era moderen ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total
(total quality management TQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh
beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards
Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).
Deming, orang
Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming
berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal
dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya
meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi
berantai. Ia berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan,
(1) biaya akan
berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan,
minimnya penundaan, dan pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan
material;
(2) produktivitas meningkat;
(3) pangsa pasar meningkat karena peningkatan kualitas dan penurunan harga;
(4) profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis;
(5) jumlah pekerjaan meningkat. Deming mengembangkan 14 poin rencana untuk meringkas pengajarannya tentang peningkatan kualitas.
1.3 Fungsi dan Proses manajemen
Aspek yang dikelola oleh manajemen mencakup produksi, pemasaran, SDM dan keuangan , dan sumbr daya lainnya. Fungsi-fungsi dasar manajemen dapat diringkas menjadi empat fungsi dasar manajemen, yaitu :
- Perncanaan
- Pengorganisasian
- Memimpin
- Mengendalikan
Fungsi-fungsi manajemen diatas bertujuan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam organisasi.
Proses manajemen adalah serangkaian kegiatan dan keputusan seorang manajer sewaktu merancang, mengatur, mengorganisasi, memimpin, atau melaksanakan kegiatan usaha dan mengendalikan usahanya.
1.4 Ciri-Ciri Manajer Profesional
Definisi sederhana tentang profesional dapat diberlakukan pada profesi manajer. Pertama, seorang manajer profesional adalah seorang yang hidup dari profesinya sebagai manajer, bukan manajer amatiran atau bekerja sambilan. Kedua, seorang manajer profesional tentunya diharapkan betul-betul melaksanakan tugasnya layaknya seorang profesional dalam bidang lainnya dan mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang tinggi untuk mencapai keberhasilannya.
e. Ketrampilan Manajemen yang Dibutuhkan
Ketrampilan atau kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi seorang manajer profesional ada 3, yaitu :
- Kemampuan teknis
- Kemampuan Interaksi Antar Manusia.
- Kemampuan dalam Penetapan Visi, Misi, dan Strategis.
2.1 Definisi Organisasi
Organisasi merupakan sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis yang berada dalam sebuah sistem. Definisi lain menyebutkan, organisasi adalah wadah untuk sekelompok individu berinteraksi dengan wewenang tertentu.
2.2 Pentingnya Mengenal Organisasi
- Terciptanya hubungan yang baik antar anggota.
- Setiap anggota telah mengetahui tugas dan tanggung jawabnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
- Spesialisasi dalam melaksanakan tugas.
- Organisasi Garis (oleh : Henry Fayol)
- Organisasi Fungsional (oleh : F.W. Taylor)
- Organisasi Staf dan Garis (oleh : Harrington Emerson)
- Organisasi Staf dan Fungsional
d. Prinsip-Prinsip Organisasi
Prinsip dari organisasi menawarkan petunjuk untuk menciptakan efisiensi dan efektivitas struktur organisasi. Dengan kata lain, prinsip-prinsip ini adalah kriteria dari proses organisasi yang efisien. Pakar manajemen menyebutkan, statement khusus terkait dengan prinsip organisasi dalam manajemen. Beberapa prinsip organisasi itu antara lain :
- Kesatuan Tujuan.
- Divisi Kerja dan Spesialisasi.
- delegasi Kewenangan/
- Koordinasi.
- Kesatuan Komando.
- Fleksibilitas.
- Sederhana.
- Rentang Kendali.
- chain of Command.
- Prinsip Pengecualian.
- Wewenang dan Tanggung Jawab.
- Efisiensi.
- Keseimbangan yang Wajar.
- Pemisahan fungsi lini dan staf.
Ketrampilan yang harus dimiliki pada setiap manajer berbeda-beda. Pada tingkatan manajer paling atas (Top Manager) membutuhkan kemampuan konseptual daripada yang lainnya. Manajemen paling bawah lebih memerlukan ketrampilan teknikal, seperti akuntansi, komputer, dan lain-lain. Ketrampilan ketiga, yaitu ketrampilan berkomunikasi dimana ketrampilan ini dibutuhkan dalam semua tingkatan manajemen.
2.5 Sebab Keberhasilan dan Kegagalan Organisasi
Sebab keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi sangat berhubungan dengan para anggotanya. Sebab keberhasilan organisasi karena adanya kerja sama yang baik antara anggota dalam suatu organisasi, sehingga tercipta keberhasilan di dalam organisasi tersebut. Sebab kegagalan organisasi adalah adanya faktor intern dalam organisasi tersebut.
Sumber :
http://uiita.wordpress.com/2013/01/08/manajemen-dan-organisasi/
Pengantar bisnis (M.Fuad, Christine H, Nurlela, Sugiarto, Paulus, Y.E.F)
Seorang manager yang
profesional selalu bekerja keras untuk memenangkan rasa hormat dari anak
buahnya. Dia percaya bahwa dia harus bekerja lebih keras daripada anak
buahnya karena dia seorang manager yang harus selalu memberi contoh
baik.
Seorang manager yang profesional menghargai anak buahnya secara sejajar,
dan mencoba untuk memahami mereka sebagai individu. Dia berkomunikasi
secara terbuka sesering mungkin dengan mereka. Dia juga berkomunikasi
secara terbuka dengan atasannnya karena dia sadar bahwa interaksi ini
akan banyak menolong dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik.
Seorang manager yang profesional menyadari bahwa hubungan dengan anak
buahnya harus dalam bentuk hubungan yan memuaskan bagi kedua belah pihak
dalam hal pekerjaan. Maka biasanya dia bertindak tenang, masuk akal dan
tidak emosional, walaupun dalam menangai masalah-masalah atau kesalahan
anak buahnya serius.
Seorang manager yang profesional secara aktif mendorong anak buahnya
untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan anak buahnya. Dia merasa
bahagia bila nak buahnya berhasil.
Seorang manager profesional mendelegasikan pekerjaan dengan tepat agar
supaya tujuan-tujuan perusahaan dapat tercapai secara objektif dan
seefisien mungkin. Dia akan mengambil tanggung jawab bisa dia membuat
kesalahan-kesalahan, mengakui kesalahan-kesalahan tersebut serta meminta
maaf dengan tulus kepada anak buahnya.
Seorang manager yang profesional menghargai hasil pekerjaan yang baik
anak buahnya. Manager tersebut akan mengoreksi anak buahnya dengan cara
yang profesional ketika mereka tidak menampilkan kerja yang kurang baik
atau kurang disiplin.
Seorang manager yang profesional percaya bahwa nak buahnya mampu memberi
andil untk kesuksesan perusahaannya. Ini berarti bahwa dia sejauh
mungkin akan mengajak anak buahnya untuk memberikan masukan-masukan,
ide-ide, dan saran-saran untuk pemecahan masalah yang dihadapi di tempat
kerja. Dia juga berkeinginan untuk mendengar, memahami dan menindak
lanjuti kritikan dan tuntutan-tuntutan dari anak buahnya
Sumber: http://www.rozikinroz.com/2012/10/ciri-ciri-manager-profesional.html
Artikel ini adalah milik rozikinroz.com yang ditulis oleh roziknroz follow juga akun twitternya @rozikinroz
Sumber: http://www.rozikinroz.com/2012/10/ciri-ciri-manager-profesional.html
Artikel ini adalah milik rozikinroz.com yang ditulis oleh roziknroz follow juga akun twitternya @rozikinroz
Seorang manager yang
profesional selalu bekerja keras untuk memenangkan rasa hormat dari anak
buahnya. Dia percaya bahwa dia harus bekerja lebih keras daripada anak
buahnya karena dia seorang manager yang harus selalu memberi contoh
baik.
Seorang manager yang profesional menghargai anak buahnya secara sejajar,
dan mencoba untuk memahami mereka sebagai individu. Dia berkomunikasi
secara terbuka sesering mungkin dengan mereka. Dia juga berkomunikasi
secara terbuka dengan atasannnya karena dia sadar bahwa interaksi ini
akan banyak menolong dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik.
Seorang manager yang profesional menyadari bahwa hubungan dengan anak
buahnya harus dalam bentuk hubungan yan memuaskan bagi kedua belah pihak
dalam hal pekerjaan. Maka biasanya dia bertindak tenang, masuk akal dan
tidak emosional, walaupun dalam menangai masalah-masalah atau kesalahan
anak buahnya serius.
Seorang manager yang profesional secara aktif mendorong anak buahnya
untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan anak buahnya. Dia merasa
bahagia bila nak buahnya berhasil.
Seorang manager profesional mendelegasikan pekerjaan dengan tepat agar
supaya tujuan-tujuan perusahaan dapat tercapai secara objektif dan
seefisien mungkin. Dia akan mengambil tanggung jawab bisa dia membuat
kesalahan-kesalahan, mengakui kesalahan-kesalahan tersebut serta meminta
maaf dengan tulus kepada anak buahnya.
Seorang manager yang profesional menghargai hasil pekerjaan yang baik
anak buahnya. Manager tersebut akan mengoreksi anak buahnya dengan cara
yang profesional ketika mereka tidak menampilkan kerja yang kurang baik
atau kurang disiplin.
Seorang manager yang profesional percaya bahwa nak buahnya mampu memberi
andil untk kesuksesan perusahaannya. Ini berarti bahwa dia sejauh
mungkin akan mengajak anak buahnya untuk memberikan masukan-masukan,
ide-ide, dan saran-saran untuk pemecahan masalah yang dihadapi di tempat
kerja. Dia juga berkeinginan untuk mendengar, memahami dan menindak
lanjuti kritikan dan tuntutan-tuntutan dari anak buahnya
Sumber: http://www.rozikinroz.com/2012/10/ciri-ciri-manager-profesional.html
Artikel ini adalah milik rozikinroz.com yang ditulis oleh roziknroz follow juga akun twitternya @rozikinroz
Sumber: http://www.rozikinroz.com/2012/10/ciri-ciri-manager-profesional.html
Artikel ini adalah milik rozikinroz.com yang ditulis oleh roziknroz follow juga akun twitternya @rozikinroz
Berikut ini adalah
beberapa ciri-ciri manager atau pimpinan suatu organisasi yang dengan
cara berfikirnya profesional :
ciri ciri manager profesional
Seorang manager yang profesional selalu bekerja keras untuk
memenangkan rasa hormat dari anak buahnya. Dia percaya bahwa dia harus
bekerja lebih keras daripada anak buahnya karena dia seorang manager
yang harus selalu memberi contoh baik.
Seorang manager yang profesional menghargai anak buahnya secara
sejajar, dan mencoba untuk memahami mereka sebagai individu. Dia
berkomunikasi secara terbuka sesering mungkin dengan mereka. Dia juga
berkomunikasi secara terbuka dengan atasannnya karena dia sadar bahwa
interaksi ini akan banyak menolong dalam menyelesaikan tugas-tugasnya
dengan baik.
Seorang manager yang profesional menyadari bahwa hubungan dengan
anak buahnya harus dalam bentuk hubungan yan memuaskan bagi kedua belah
pihak dalam hal pekerjaan. Maka biasanya dia bertindak tenang, masuk
akal dan tidak emosional, walaupun dalam menangai masalah-masalah atau
kesalahan anak buahnya serius.
Seorang manager yang profesional secara aktif mendorong anak buahnya
untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan anak buahnya. Dia merasa
bahagia bila nak buahnya berhasil.
Seorang manager profesional mendelegasikan pekerjaan dengan tepat
agar supaya tujuan-tujuan perusahaan dapat tercapai secara objektif dan
seefisien mungkin. Dia akan mengambil tanggung jawab bisa dia membuat
kesalahan-kesalahan, mengakui kesalahan-kesalahan tersebut serta meminta
maaf dengan tulus kepada anak buahnya.
Seorang manager yang profesional menghargai hasil pekerjaan yang
baik anak buahnya. Manager tersebut akan mengoreksi anak buahnya dengan
cara yang profesional ketika mereka tidak menampilkan kerja yang kurang
baik atau kurang disiplin.
Seorang manager yang profesional percaya bahwa nak buahnya mampu
memberi andil untk kesuksesan perusahaannya. Ini berarti bahwa dia
sejauh mungkin akan mengajak anak buahnya untuk memberikan
masukan-masukan, ide-ide, dan saran-saran untuk pemecahan masalah yang
dihadapi di tempat kerja. Dia juga berkeinginan untuk mendengar,
memahami dan menindak lanjuti kritikan dan tuntutan-tuntutan dari anak
buahnya.
Sumber: http://www.rozikinroz.com/2012/10/ciri-ciri-manager-profesional.html
Artikel ini adalah milik rozikinroz.com yang ditulis oleh roziknroz follow juga akun twitternya @rozikinroz
Sumber: http://www.rozikinroz.com/2012/10/ciri-ciri-manager-profesional.html
Artikel ini adalah milik rozikinroz.com yang ditulis oleh roziknroz follow juga akun twitternya @rozikinroz
Berikut ini adalah
beberapa ciri-ciri manager atau pimpinan suatu organisasi yang dengan
cara berfikirnya profesional :
ciri ciri manager profesional
Seorang manager yang profesional selalu bekerja keras untuk
memenangkan rasa hormat dari anak buahnya. Dia percaya bahwa dia harus
bekerja lebih keras daripada anak buahnya karena dia seorang manager
yang harus selalu memberi contoh baik.
Seorang manager yang profesional menghargai anak buahnya secara
sejajar, dan mencoba untuk memahami mereka sebagai individu. Dia
berkomunikasi secara terbuka sesering mungkin dengan mereka. Dia juga
berkomunikasi secara terbuka dengan atasannnya karena dia sadar bahwa
interaksi ini akan banyak menolong dalam menyelesaikan tugas-tugasnya
dengan baik.
Seorang manager yang profesional menyadari bahwa hubungan dengan
anak buahnya harus dalam bentuk hubungan yan memuaskan bagi kedua belah
pihak dalam hal pekerjaan. Maka biasanya dia bertindak tenang, masuk
akal dan tidak emosional, walaupun dalam menangai masalah-masalah atau
kesalahan anak buahnya serius.
Seorang manager yang profesional secara aktif mendorong anak buahnya
untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan anak buahnya. Dia merasa
bahagia bila nak buahnya berhasil.
Seorang manager profesional mendelegasikan pekerjaan dengan tepat
agar supaya tujuan-tujuan perusahaan dapat tercapai secara objektif dan
seefisien mungkin. Dia akan mengambil tanggung jawab bisa dia membuat
kesalahan-kesalahan, mengakui kesalahan-kesalahan tersebut serta meminta
maaf dengan tulus kepada anak buahnya.
Seorang manager yang profesional menghargai hasil pekerjaan yang
baik anak buahnya. Manager tersebut akan mengoreksi anak buahnya dengan
cara yang profesional ketika mereka tidak menampilkan kerja yang kurang
baik atau kurang disiplin.
Seorang manager yang profesional percaya bahwa nak buahnya mampu
memberi andil untk kesuksesan perusahaannya. Ini berarti bahwa dia
sejauh mungkin akan mengajak anak buahnya untuk memberikan
masukan-masukan, ide-ide, dan saran-saran untuk pemecahan masalah yang
dihadapi di tempat kerja. Dia juga berkeinginan untuk mendengar,
memahami dan menindak lanjuti kritikan dan tuntutan-tuntutan dari anak
buahnya.
Sumber: http://www.rozikinroz.com/2012/10/ciri-ciri-manager-profesional.html
Artikel ini adalah milik rozikinroz.com yang ditulis oleh roziknroz follow juga akun twitternya @rozikinroz
Sumber: http://www.rozikinroz.com/2012/10/ciri-ciri-manager-profesional.html
Artikel ini adalah milik rozikinroz.com yang ditulis oleh roziknroz follow juga akun twitternya @rozikinroz